kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS933.000 -0,43%
  • RD.SAHAM -0.64%
  • RD.CAMPURAN -0.17%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.01%

Tag

write off

write off
Nasabah melakukan transaksi di kantor cabang BNI, Jakarta./pho KONTAN/Carolus Agus Waluyo.

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pemutihan atau hapus buku merupakan salah satu strategi perbankan untuk mempercantik kualitas asetnya. Tahun ini, sejumlah bank masih akan melanjutkan strategi hapus buku atas kredit bermasalah (Non Performing Loan/NPL) yang sudah memang sudah tidak bisa lagi diselamatkan.

Walaupun ancaman peningkatan NPL dari kredit restrukturisasi Covid-19 masih membayangi bank, namun beberapa bank yakin tahun ini rasio NPL bakal makin menipis dibandingkan tahun lalu. Selain dengan melakukan restrukturisasi dan perbaikan management collection, hal itu akan dicapai dengan aksi hapus buku.

Pada kuartal I-2021, hapus buku kredit atau biasa disebut write off di beberapa bank tercatat naik. Bank Mandiri misalnya mencatatkan hapus buku sebesar Rp 3,21 triliun di periode itu. Ada kenaikan 14,2% dari kuartal I tahun lalu yakni Rp 2,81 triliun. Adapun nilai NPL perseroan per Maret 2021 secara bank only mencapai Rp 25,4 triliun atau dengan rasio 3,3%.

BERITA TERKAIT
Berita Lainnya

[X]